Pesan bagi saya, yang kadang takut bermimpi... Tidak ada keraguan, Allah pemilik alam semesta.. tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya jika itu terbaik bagi Hamba-Nya
Mimpi - miliki kemauan tinggi - ikhtiar terbaik - berdoa - tawakal
Subhanallah..Alhamdulillah...Allahu Akbar. Sahabatku...izinkan saya berbagi rasa bahagia ini. Kurang lebih 6 bln yl saya memimpikan 'sesuatu' yg sangat diluar kemampuan/ jangkauan. Bahkan suami sempat bilang,"uang sebanyak itu dr mana bayarnya??" " Yg penting..berikan restumu..biarkan saya bermimpi,berusaha dan berdoa", pinta saya pd suami.
Begitulah stlh mendapatkan restu bapaknya anak-anak, saya berusaha keras mencari jalan agar dpt mewujudkan impian tsb. Tapi krn memang impian tsb terlalu tinggi ( sulit saya raih ), tak lupa saya sertakan dlm doa-doa saya,spt ini : " Ya Allah..hamba yg lemah ini..sgt memimpikan sesuatu itu, kalau memang itu baik utk dunia dan akhiratku..maka kabulkanlah mimpi hamba yg lemah ini. Tapi jk itu tdk baik bagi kehidupan dunia dan akhiratku..maka jauhkanlah dan berikan hamba keikhalasan menerima semua keputusan dan kehendakMu".
Begitulah saya cuma berdoa spt itu setiap saat dan menyerahkan semua keputusan kepada Allah (tdk maksa). Subhanallah, ternyata..tdk ada yg tdk mgk kalau Allah sdh berkehendak bagi semua hambaNya. Alhamdulillah,saya baru dapatkan kabar besar bahwa semua yang saya mimpikan Allah kabulkan.Allahu Akbar.
Sunday, January 27, 2013
Saturday, January 26, 2013
Wanita
Siang ini waktu Galway, baru saja mendengarkan wawancara Oki Setiana Dewi di radio Imsa. Subhanallah mendengarkan beliau berbicara saya bisa merasakan semangat belajarnya. Saya tertarik dengan jawaban OSD ketika salah satu pendengar bertanya tentang bagaimana menciptakan generasi islam yang unggul, jawabannya adalah pada diri wanita. Jika wanitanya baik maka bisa dipastikan bahwa masyarakat dan umatnya akan baik. Madrasah pertama dan pendidikan dasar adalah di tangan seorang wanita yaitu ibu, maka jika seorang ibu mampu mendidik dan mengasuh anaknya dengan baik, memperhatikan kebutuhan fisik, psikologi, sosial dan yang paling utama agama, maka Insha Allah akan terbentuk umat yang unggul. Maka dari itu pendidikan bagi seorang wanita adalah penting karena dengan pendidikan yang baik, pola asuh dan pendidikan di rumah akan baik pula. saya sangat setuju dengan itu. Berkumpul dan mengkaji ilmu Allah dengan orang-orang shaleh/ah belajar ilmu agama dan umum sangat bermanfaat untuk bekal mendidik di rumah, Subhanallah. Wanita-wanita shalehah para pendahulu kita sudah membuktikan. Wanita yang berkahlak mulia dan memiliki pendidikan agama yang baik juga sangat diidamkan para laki-laki, sebagai seorang istri, melayani dan mampu menenangkan seorang suami akan menciptakan pemimpin2 lelaki unggul di masyarakat. Insha Allah
OSD yang sekarang sedang mengambil jurusan Master Pendidikan Usia Dini, juga memiliki alasan tersendiri engapa beliau memutuskan untuk kuliah di jurusan ini, salah satu alasannya adalah karena ingin mendirikan sekolah untuk usia dini dengan berlandaskan agama yang baik atau menjadi dosen. Selain itu beliau juga mengambil sekolah tahfizh untuk menghapal Al Quran dan kajian Islam. Muda, berbakat, dan memiliki pendidikan yang baik. Saya jarang menemukan seorang Artist Indonesia seperti beliau yang memegang teguh kalimat Allah dan tetap bisa aktif mempergunakan bakat yang Allah karuniai untuk menginspirasi banyak orang. Insha Allah usianya berkah.
Here is the newest song from her
Monday, January 21, 2013
Rahasia Kesuksesan
Rahasia kesuksesan Ammar Bugis
- Beriman kepada Allah SWT
- Mendalami Al Quran
- Memiliki kemauan yang tinggi
- Tawakal kepada Allah SWT, Tidak berhenti berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT
Allah SWT memberikan 2 ujian pada diri manusia berupa nikmat dan kekurangan. Keduanya merupakan ujian untuk menempa kita menjadi pribadi yang lebih bertaqwa dan berkualitas. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Apakah ujian itu membuat kita bersemangat memperbaiki diri ataukah kita menyerah. Allah akan memberikan kita jalan jika kita "jalan". Dengan Ikhtiar, doa, dan tawakal Insha Allah ujian itu akan kita lewati dengan mulus, aamiin.
Nabi Sulaiman diberikan Allah ujian berupa kenikmatan dunia yang luar biasa tapi beliau lulus menjadi pribadi yang bersyukur, beriman dan bertaqwa pada Allah. Nabi Ayub juga diberikan Allah ujian namun ujiannya berupa kekurangan yang bertubi2, sakit kehilangan istri dan anak. Subhanallah beliau mampu melewati ujian Allah dengan kesabaran dan Allah memnggantikan kekurangannya dengan nikmat yang berlipat.
Semoga kita semua termasuk dalam hamba-Nya yang senantiasa dituntun Allah dengan ilmu-Nya sehingga bentuk ujian apapun yang Allah berikan bisa kita gunakan untuk naik ke tingkat kualitas yang lebih baik lagi, Aamiin Allahuma Aamiin.
Tuesday, January 8, 2013
Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus
Sedikit bosan di rumah, beberapa kali nonton siaran ulangnya dan jadi ketagihan nonton acaranya Ustadz Yusuf Mansur "Chatting YM (Yusuf Mansur)". Kali ini temanya tentang Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus.. Subhanallah semakin menguatkan keyakinan saya bahwa bergantung kepada Allah adalah utama. Jangan pernah khawatir akan kehidupan kita karena Allah Maha Pemilik Segalanya di langit dan bumi, Mintalah apa yang menjadi keinginan atau cita-cita kita, minta kepada-NYA terus menerus jangan menyerah, Allah akan memilihkan yang terbaik dan waktu yang tepat untuk kita. Lengkapnya bisa nonton videonya di bawah ini
Thursday, January 3, 2013
Wednesday, January 2, 2013
Harap dan Takut
Sebagai seorang muslim dan beriman kepada Alloh SWT dan hari akhir termasuk di dalamnya balasan syurga dan neraka. Sikap cinta, harap dan takut kepada Alloh adalah keharusan bagi seorang mukmin dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Harapan-lah yang membuat seorang mukmin optimis dalam hidupnya, berharap Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya, berharap diterima semua amal kebaikannya, berharap senantiasa ditunjukkan jalan-Nya yang lurus dan harapan-harapan lainnya terkait urusan di dunia seperti dapat memiliki keturunan yang shaleh/ah, mendapatkan rezeki yang halal lagi berkah, kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan seterusnya. Alloh pencipta langit dan bumi sangat mencintai hamba yang berharap kepada-Nya, menadahkan tangan sambil berdoa khusyu' untuk kebaikannya di dunia dan akhirat. Allah Maha Pengampun, Pengasih dan Penyayang akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya yang beriman.
Selain rasa pengharapan (roja') seorang mukmin juga harus memiliki perasaan takut (khauf) kepada Alloh seperti banyak ayat yang mengingatakan tentang siksa dan azab Alloh di akhirat kelak, perasaan takut inilah yang menghalangi seseorang melakukan maksiat atau hal-hal yang diharamkan Alloh dan mengikuti hawa nafsunya. Tidak bisa dibayangkan jika di dunia ini tidak ada aturan, semua orang boleh melakukan apa saja sekehendaknya tanpa batasan karena menganggap bahwa Allah yang Maha Penyayang akan mengampuni segala kesalahannya begitu saja tanpa ada konsekuensi yang didapat. Cinta dan sayang seorang ibu saja tetap menginginkan sang anak memiliki aturan dan disiplin dalam hidupnya, tidak mau anaknya mencuri, merusak barang milik orang lain, menyakiti orang lain dan sebagainya. Dari aturan itu jika terus menerus dilanggar setelah diingatkan biasanya akan ada konsekuensinya demi menerapkan disiplin dan kebaikan sang anak. Dan ketika sang anak berbuat baik dan santun, sang ibu akan mengucapkan terima kasih dan memberikan senyum bahagia sebagai praise/reward kepada sang anak. Semua aturan yang diterapkan dalam mendidik sang anak bukan untuk sang ibu tapi untuk kebaikan sang anak. Mungkin seperti itulah Alloh yang Maha Penyayang menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya dan kesejahteraan bumi yang diciptakan-Nya dengan mengingatkan larangan atau aturan-Nya di Al Quran. Pahala atau reward bukanlah tujuan tapi akibat dari kebaikan-kebaikan yang kita lakukan.
"Dan Barang siapa berjihad (bersungguh-sungguh), maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." (QS Al Ankabut ayat 6)
"Dan Barang siapa berjihad (bersungguh-sungguh), maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." (QS Al Ankabut ayat 6)
Harapan yang tidak disertai takut kepada balasan Alloh, seperti berharap masuk syurga namun tetap asyik melakukan kemaksiatan, hanyalah angan-angan belaka karena merasa aman dengan perbuatannya. Naudzubillah min dzalik semoga Alloh menjauhkan kita dari sifat seperti itu. Dalam Hadis Riwayat Bukhori no 2356 Rasulullah berkata:
“Aku adalah orang yang paling mengetahui/kenal dengan Allah dan akulah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian (ummat beliau)”.
“Seorang yang beriman melihat dosa-dosanya bagai ia sedang duduk di bawah gunung yang akan runtuh, ia khawatir tertimpa. Sedangkan orang fajir (ahli maksiat), melihat dosa-dosanya bagaikan lalat yang melewati hidungnya” (HR. Bukhari 6308)
Dan di Surat Al Isra ayat 57 Alloh menjelaskan "Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti." (Al Isra ayat 57).
“Aku adalah orang yang paling mengetahui/kenal dengan Allah dan akulah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian (ummat beliau)”.
“Seorang yang beriman melihat dosa-dosanya bagai ia sedang duduk di bawah gunung yang akan runtuh, ia khawatir tertimpa. Sedangkan orang fajir (ahli maksiat), melihat dosa-dosanya bagaikan lalat yang melewati hidungnya” (HR. Bukhari 6308)
Dan di Surat Al Isra ayat 57 Alloh menjelaskan "Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti." (Al Isra ayat 57).
Maka dari itu perasaan harap dan takut penting ada di diri seorang muslim, dengan memiliki keseimbangan antara perasaan takut dan harap diharapkan seorang muslim bisa mencapai tingkat kualitas hidup yang sebaik-baiknya. Bersifat hati-hati, takut perbuatannya akan membawa murka Alloh dan bersifat optimis karena harapan kepada Allah yg luas akan cinta, kasih sayang-Nya dan ampunan-Nya. Semoga Alloh senantiasa menunjukkan kita jalan yang lurus, jalan yang Alloh ridhoi untuk keselamatan di dunia dan akhirat.
Wallahualam bi showab
Tuesday, January 1, 2013
Follow your heart
Lagu yang dibawakan Nugie ini cukup inspiratif buat saya. Jadi ingat zaman SMU baheula, ketika mau pilih jurusan untuk PTN saya gak tau apa yang saya mau, penyebabnya karena saya terlalu sibuk dengan rutinitas harian anak IPA padahal saya gak suka Matematika, Fisika hadeuh bikin kepala cenat cenut, pilih IPA pun karena mainstream yang ada kalo jadi anak IPA itu keliatan mantab gimana gitu, hehehe. Padahal keren itu gak penting kalo gak bisa nikmatin :)
Singkat cerita karena harus pilih jurusan segera, saya pun memilih jurusan yang biasa diambil banyak orang yaitu, Manajemen Ekonomi. Alhamdulillah saya bisa mengikuti pelajarannya dan lulus dengan nilai yang baik walaupun ada beberapa mata kuliah yang kurang disuka, khususnya yang berbau-bau angka hehehe. Karena kuliah di luar kota jauh dari orang tua, saya memiliki banyak waktu sendiri dan merenung tentang kehidupan apa yang sesungguhnya saya mau. Diary adalah saksi tentang cita-cita yang saya ingini.
Kalo saya buka kembali Diary saya, Alhamdulillah hampir 90% kehidupan yang saya alami sekarang seperti apa yang saya cita-citakan, Alloh yang Maha Pemurah banyak mengabulkan impian saya. Cita-cita tentang suami, kehidupan, pendidikan, pekerjaan, anak, semua saya tuangkan di buku Diary saya itu. Sekarang pun saya tidak akan berhenti untuk menulis cita-cita saya ke depan. Jika Allah Ridho, Insha Alloh akan dikabulkan-NYA, jika pun tidak, Alloh Tahu yang terbaik untuk hamba-Nya.
Alhamdulillah setelah saya lulus, Alloh memberikan kesempatan untuk terjun di dunia pendidikan. Walaupun harus menempuh jarak bekerja yang cukup jauh, Bekasi-Jakarta ditempuh selama 2 jam, saya merasa senang dan gak terlalu lelah, mungkin itu yang dinamakan passion. Jarak yang jauh itu tidak mempengaruhi semangat saya untuk mengajar di kelas. Dari situ saya menyadari bahwa saya cinta dunia mengajar, dan ingin terus belajar sebanyak yang saya bisa. Walaupun setelah menikah saya tidak melanjutkan mengajar anak-anak lagi, bersama suami di luar negeri membuka pandangan saya tentang sistem pendidikan di negara-negara maju, yang banyak menginspirasi saya. Alhamdulillah lagi di tengah tahun 2012 saya bisa mendapatkan kesempatan untuk sekolah lagi, kuliah 2 jurusan di bidang pendidikan anak, Early Childhood Education dan Teaching English as a Second Language (mengajar Bahasa Inggris). Jurusan yang selama ini saya idam-idamkan dan related dengan perkembangan Attar. Di tengah-tengah menjalankan kewajiban saya sebagai seorang ibu dan istri, belajar ketika Attar tidur adalah waktu yang paling efektif untuk memperdalam ilmu yang saya sukai ini. Dan ketika Attar bangun dan bermain dengannya, saya bisa menggunakan ilmu yang sedang saya pelajari. Ini termasuk cita-cita saya, bisa fokus mendidik dan mengasuh anak sendiri. Alloh SWT Maha Pemurah, saya yakin ketika seorang mukmin memiliki cita-cita dan jika Allah berkehendak untuk mewujudkanNYA itu adalah hal yang mudah bagi-Nya. Sebagai manusia saya ingin sekali bisa memaksimalkan akal, hati dan semua potensi yang Allah karuniakan pada saya untuk hal yang bermanfaat untuk diri dan sekitar, semoga bisa menjadi amal jariyah. Semenjak itu saya tidak ragu lagi memiliki mimpi, mengikhtiarkan dan menyerahkan hasilnya kepada Allah, karena Dia Maha Tahu yang Terbaik untuk hamba-NYA.
Belajar dari pengalaman yang saya alami. Dalam mendidik anak-anak kelak, setelah mereka mempelajari agama (Tauhid, Aqidah, Akhlaq) dan mencintai Al Quran, saya juga berkeinginan mereka bisa tumbuh menjadi seorang ahli ilmu dan bermanfaat untuk sesama. Dan ini hanya hasil pemikiran sederhana saya:
- Mengenal minat dan bakat anak sejak dini adalah penting, mencari tahu apa yang mereka sukai dengan memberikan beragam stimulasi dan melihat kecenderungan mereka. Menurut saya, mereka akan belajar dan berkembang sesuai fitrah yang telah Alloh berikan. Tidak memaksakan kehendak kita sebagai orang tua.
- Belajar sesuai fitrahnya (minat dan bakat) membuat mereka semangat dan mudah dalam mempelajari apa yang mereka sukai, bisa menikmati proses belajarnya. Bahkan ketika mereka menemui kesulitan, itu tidak akan membuat mereka mudah stress. Mungkin rasanya tidak akan seperti sedang belajar tapi sedang bermain, asyik dalam pekerjaannya. Anak-anak yang belajar sesuai minat dan bakatnya akan lebih mudah menjadi seorang ahli di kemudian hari. Mereka akan berusaha meraih pendidikan tertinggi karena rasa curious dari ilmu yang mereka tekuni.
- Setelah menjadi ahli dan memiliki akhlaq yang baik, mereka akan tumbuh menjadi individu profesional yang bisa menyebarkan manfaat sebanyak-banyaknya dengan kualitas yang baik tentunya. Bukankah Rasulullah juga mengatakan "Dan sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat buat manusia"
- Memupuk rasa sayang dan cinta kepada anak juga tidak kalah penting, bonding yang kuat antara orang tua dan anak dapat membantu mengarahkan anak kepada hal-hal yang baik. Anak-anak seperti bibit yang perlu disiram dan dipupuk dengan kasih sayang, cinta, ilmu. Berharap ketika dewasa mereka akan menjadi buah yang penuh manfaat untuk diri dan sekitarnya.
Insha Allah dengan mencoba menjalankan keempat hal diatas, saya akan berusaha mendidik dan membesarkan anak-anak sesuai fitrah mereka. Walaupun pasti akan ada hambatan nanti, memohon kepada Allah diberikan kemudahan dan ilmu untuk menjadi seorang ibu yang baik adalah penolong utama, Insha Allah
Don't just be good at what you do, do good with who you are!!
Subscribe to:
Posts (Atom)

