Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Wednesday, January 2, 2013

Harap dan Takut


Sebagai seorang muslim dan beriman kepada Alloh SWT dan hari akhir termasuk di dalamnya balasan syurga dan neraka. Sikap cinta, harap dan takut kepada Alloh adalah keharusan bagi seorang mukmin dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Harapan-lah yang membuat seorang mukmin optimis dalam hidupnya, berharap Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya, berharap diterima semua amal kebaikannya, berharap senantiasa ditunjukkan jalan-Nya yang lurus dan harapan-harapan lainnya terkait urusan di dunia seperti  dapat memiliki keturunan yang shaleh/ah, mendapatkan rezeki yang halal lagi berkah, kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan seterusnya. Alloh pencipta langit dan bumi sangat mencintai hamba yang berharap kepada-Nya, menadahkan tangan sambil berdoa khusyu' untuk kebaikannya di dunia dan akhirat. Allah Maha Pengampun, Pengasih dan Penyayang akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya yang beriman. 

Selain rasa pengharapan (roja') seorang mukmin juga harus memiliki perasaan takut (khauf) kepada Alloh seperti banyak ayat yang mengingatakan tentang siksa dan azab Alloh di akhirat kelak, perasaan takut inilah yang menghalangi seseorang melakukan maksiat atau hal-hal yang diharamkan Alloh dan mengikuti hawa nafsunya. Tidak bisa dibayangkan jika di dunia ini tidak ada aturan, semua orang boleh melakukan apa saja sekehendaknya tanpa batasan karena menganggap bahwa Allah yang Maha Penyayang akan mengampuni segala kesalahannya begitu saja tanpa ada konsekuensi yang didapat. Cinta dan sayang seorang ibu saja tetap menginginkan sang anak memiliki aturan dan disiplin dalam hidupnya, tidak mau anaknya mencuri, merusak barang milik orang lain, menyakiti orang lain dan sebagainya. Dari aturan itu jika terus menerus dilanggar setelah diingatkan biasanya akan ada konsekuensinya demi menerapkan disiplin dan kebaikan sang anak. Dan ketika sang anak berbuat baik dan santun, sang ibu akan mengucapkan terima kasih dan memberikan senyum bahagia sebagai praise/reward kepada sang anak. Semua aturan yang diterapkan dalam mendidik sang anak bukan untuk sang ibu tapi untuk kebaikan sang anak. Mungkin seperti itulah Alloh yang Maha Penyayang menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya dan kesejahteraan bumi yang diciptakan-Nya dengan mengingatkan larangan atau aturan-Nya di Al Quran. Pahala atau reward bukanlah tujuan tapi akibat dari kebaikan-kebaikan yang kita lakukan.
"Dan Barang siapa berjihad (bersungguh-sungguh), maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." (QS Al Ankabut ayat 6)

Harapan yang tidak disertai takut kepada balasan Alloh, seperti berharap masuk syurga namun tetap asyik melakukan kemaksiatan, hanyalah angan-angan belaka karena merasa aman dengan perbuatannya. Naudzubillah min dzalik semoga Alloh menjauhkan kita dari sifat seperti itu. Dalam Hadis Riwayat Bukhori no 2356 Rasulullah berkata:
“Aku adalah orang yang paling mengetahui/kenal dengan Allah dan akulah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian (ummat beliau)”. 

Seorang yang beriman melihat dosa-dosanya bagai ia sedang duduk di bawah gunung yang akan runtuh, ia khawatir tertimpa. Sedangkan orang fajir (ahli maksiat), melihat dosa-dosanya bagaikan lalat yang melewati hidungnya” (HR. Bukhari 6308)

Dan di Surat Al Isra ayat 57 Alloh menjelaskan "Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti." (Al Isra ayat 57). 

Maka dari itu perasaan harap dan takut penting ada di diri seorang muslim, dengan memiliki keseimbangan antara perasaan takut dan harap diharapkan seorang muslim bisa mencapai tingkat kualitas hidup yang sebaik-baiknya. Bersifat hati-hati, takut perbuatannya akan membawa murka Alloh dan bersifat optimis karena harapan kepada Allah yg luas akan cinta, kasih sayang-Nya dan ampunan-Nya. Semoga Alloh senantiasa menunjukkan kita jalan yang lurus, jalan yang Alloh ridhoi untuk keselamatan di dunia dan akhirat.

Wallahualam bi showab 

Tuesday, December 4, 2012

Inspirasi

Oki Setiana Dewi, one of Indonesian artist who become inspiration for Muslim women in Indonesia


“Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) pada hari kiamat nanti di hadapan Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: umurnya untuk apa dihabiskan, masa mudanya untuk apa dihabiskan, hartanya dari mana dia dapatkan dan dibelanjakan untuk apa harta tersebut, dan sudahkah beramal terhadap ilmu yang telah ia ketahui.” (HR. At Tirmidzi no. 2340)

Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam naungan-Nya yaitu: Imam (pemimpin) yang adil; pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah pada Allah; orang yang hatinya selalu terikat pada masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah pula; seorang lelaki yang dirayu oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan tetapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kepada Allah’; orang yang bersedekah sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya; dan seorang yang berdzikir kepada Allah sendirian lalu menitikkan airmatanya.” (HR. Bukhari Muslim).


Dear my children
1a. Anak adalah titipan Allah

1b. Tanyalah kepada Sang Penitip tentang apa yang Dia inginkan terhadap anak yang dititipkan itu.
1c. Tanyalah kepada Sang Penitip MISI apa yang Dia sematkan untuk ditunaikan oleh sang anak di dunia ini.

2a. Anak adalah ciptaan Allah
2b. Yang paling mengetahui seluk beluk anak, jiwa dan raganya, tentu saja adalah PenciptaNya
2c. Tanyalah kepada Sang Pencipta anak tentang cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan anak

3a. Anak, waktu demi waktu, diliputi oleh kejadian demi kejadian yang semuanya pasti terjadi atas ijin Sang Penguasa
3b. Sehebat apapun penjagaan yang diikhtiarkan manusia, tiada berguna jika tidak diijinkan oleh Sang Penguasa Kejadian
3c. Bersandarlah hanya kepada Sang Penguasa itu

4a. Pendidikan terbaik adalah kepemimpinan
4b. Kepemimpinan terbaik adalah keteladanan







Thursday, November 29, 2012

Kunci Syurga

KEBIASAAN ISTRI YANG DI SUKAI SUAMI ...

1. Berusahalah berhias secantik mungkin jika bersama suami.

2. Tampakkan wajah yang selalu ceria dan berseri di depan suami.

3. Banyaklah memberi perhatian kepada suami dengan perhatianmu maka akan membuat dirinya merasa nyaman.

4. Terimalah apapun pemberian suami dan jangan sekali-kali mengeluhkan atau menyepelekannya.

5. Jangan banyak menuntut kepada suami dengan hal-hal yang masih belum bisa ia penuhi.

6. Hindarilah membantah apa yang suami ucapkan.

7. Selalu taatilah segala permintaan ataupun perintah suami sepanjang bukan hal kemaksiatan.

8. Temani suami di saat makan dengannya ia akan merasakan kenikmatan dalam kebersamaan.

9. Hindarilah melakukan sesuatu yang tidak disukai suami.

10. Janganlah suka keluar rumah jika tak ada keperluan penting. Karena rata-rata seorang suami tidak menyukainya.

11. Hiburlah suami di saat ia dalam kesedihan.

12. Dan yang tak kalah penting, usahakan selalu turuti permintaan suami jika hendak mengajak tidur bersama sepanjang tidak ada hal-hal yang menghalangi untuk melakukannya.

Monday, November 5, 2012

Belajar dari kematian


Pagi ini, Ahamdulillah bangun dengan segar sebelum Attar bangun.. seperti biasa diriku bersegera ke laptop untuk mengerjakan assignment. Sejak mengambil kuliah aku mencoba berkomitmen untuk belajar 2- 4 jam sehari sebelum shubuh atau saat Attar tidur siang. Sebelum meng-klik document word-ku, aku sempatkan diriku menengok FB, dan menemukan salah satu postingan "Khusus Muslimah", ttg kecelakaan yang menewaskan 2 orang mahasiswi Undip di Jalan raya wisata batu Raden, Banyumas. Innalillahi wa innailaihi rojiun. Namun ketertarikan saya tidak berhenti karena itu saya, ada yang istimewa. Dalam postingan itu dikatakan salah seorang korban 3 hari sebelum wafat memposting satu tulisan yang sangat menyentuh, ttg kematian yang dibalut dengan pengalaman beliau menjadi mahasiswi kedokteran. Subhanallah, tulisannya amat sangat menyadarkan pembaca khususnya diriku, bahwa kematian itu sangat dekat dan bagaimana kita mempersiapkan untuk hal yang pasti itu. Merefleksikannya dengan kehidupan kita sendiri.. bagaimana hubungan kita dengan sang pencipta, Allah Aza wa Ja'ala pemberi segala kenikmatan. Bagaimana hubungan kita dengan sesama apakah kita masih menyimpan buruk sangka, iri, benci atau penyakit hati lainnya. Jazakillah Ukhti Novilia Lutfiatul telah mengingatkan kami dengan kecerdasan, kemampuan,  dan, kesadaran yang kau punya, banyak memberikan hikmah kehidupan bagi kami semua. Semoga Allah merahmati kehidupan dan kematianmu, seperti engkau memperlakukan cadaver dengan belas dan kasih. 
ini tulisan beliau sebelum kembali ke rahmat Allah 


Thursday, August 23, 2012

Nikmat yang sering dilupakan

Diawali pagi hari kemarin, bermain kuda-kudaan bersama Attar, ntah dari mana asalnya, pinggang ini terkilir. Masha Allah pinggang terkilir itu sakitnya sungguh tidak nyaman. 2 hari ini tidak bisa banyak bergerak hanya duduk atau tiduran karena jika salah bergerak sakitnya luar biasa. 


Kejadian ini seperti teguran, mungkin selama ini waktu yang saya gunakan kurang bermanfaat. Sesungguhnya nikmat yang sering terlupakan salah satunya adalah kesehatan. Alhamdulillah saya masih ditegur Allah untuk memperbaiki diri ke depannya. Saya menemukan Artikel yang bagus ini, semoga kita semua bisa mengambil Ibroh/hikmah sebelum semuanya terlambat. Sehingga bisa menggunakan umur dan kesehatan dengan melakukan amal yang diridhoi Allah dan terus memberbaiki kualitas amal baik kita, Amiiiin... Mohon Maaf Lahir dan Batin ^_^


Ibnu 'Abbas RA. berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Ada 2 (dua) macam nikmat yang banyak dilupakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan kesempatan (umur)." (HR. Bukhari)

Allah SWT. telah menganugerahkan kenikmatan dalam berbagai aspek kehidupan. Nikmat Allah teramat luas serta tak terhingga. Manusia manapun tidak akan pernah bisa menghitung berapa banyak nikmat yang telah Allah anugerahkan. Kebanyakan manusia malah sangat mengingkari nikmat Allah, bukannya bersyukur. Sebagaimana Allah tekankan dalam firman-Nya,

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
"Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat Allah." (QS. Ibrahim : 34)

Di antara berbagai kenikmatan itu, ada kenikmatan utama yang justru paling sering dilupakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan kesempatan (umur), seperti yang telah diperingatkan oleh Rasulullah SAW. dalam hadis di atas. Kita seharusnya sadar, bahwa kesehatan merupakan modal dasar dan nikmat yang tak ternilai harganya. Bayangkan, seandainya kita bergelimang dengan harta, kemewahan, kedudukan, keluarga selebritis, tetapi badan sakit-sakitan, semua itu menjadi tidak bermakna. Begitu juga kalau jatah umur kita habis, semua itu menjadi tidak berguna. Kita wajib bersyukur atas semua nikmat tersebut. Allah SWT berjanji, "
Kalau kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat-Ku."

Wujud syukur yang malah menjadi salah kaprah adalah pesta ulang tahun. Oleh karena itu, Rasulullah SAW. dan para sahabat tidak pernah mencontohkannya. Umur itu bukan untuk diperingati setiap tahun dengan meniup lilin dan ucapan happy birthday to you, dilanjutkan pesta pora. Apabila hidup ini hanya diisi dengan hura-hura, hingga meninggalkan shalat serta amal ibadah lainnya, melanggar aturan Allah dan Rasul-Nya, ketika malaikat maut menjemput, kita akan merasakan penyesalan abadi.


Allah SWT. memperingatkan dalam 
Surat Al Mu'minun ayat 99-100, ada orang yang sangat menyesal saat malaikat maut menjemput, hingga orang itu berteriak, "Rabbir-ji'uun. La'alli a'malu shalihan fiima taraktu...." (Ya Tuhanku, kembalikan ruhku ke dunia, agar bisa berbuat amal saleh....) Nau'dzubillah mindzalik !

Allah SWT. menganugerahkan umur dan kesehatan kepada kita. Artinya, Allah SWT. memberi peluang dan kesempatan kepada kita untuk beramal saleh, peluang untuk bertobat, bukan untuk pesta pora, sekadar mengejar kesenangan hidup yang ujung-ujungnya kemudaratan dan kemaksiatan. Abu Shafwan Abdullah bin Busrin Al Aslamiy RA. berkata bahwa 
Rasulullah SAW. mengingatkan umatnya, "Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya serta baik pula amal perbuatannya." (HR. At Tirmidzi)

Istilah umur berasal dari kata dasar omara yang bermakna pula makmur atau subur. Jadi yang dimaksud umur adalah usia yang subur dengan amal saleh. Boleh jadi orang berusia 60 tahun atau 70 tahun, tetapi umurnya masih balita atau malah nol tahun karena jauh dari tuntunan agama.


Umur dan hidup manusia itu diatur dan ditentukan Allah. Manusia tidak mampu mempertahankan fisiknya walau dipelihara dan dimanja obat-obatan, suplemen, vitamin, olah raga, dan sebagainya, akhirnya lemah juga. 
Surat Al-Hajj ayat 5, intinya mengingatkan kita;
  1. Manusia berasal dari saripati tanah, tetes mani, kemudian menjadi segumpal darah. Dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, menjadi tulang kemudian dibalut dengan daging, Allah tetapkan dalam rahim sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian lahir bayi.
  2. Berangsur-angsur ada yang sampai dewasa, tua, muda belia, kadang ada yang sudah dipanggilnya, dan bahkan kadang anak kecil atau bayi.
  3. Ada pula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun sehingga tidak sadar lagi bahwa dirinya itu manusia.
  4. Semua itu Allah yang mengatur. Allah mempunyai hak prerogatif kapan saja memanggil hamba-Nya, untuk menghadap dan sekaligus mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan dirinya.
Umur panjang adalah anugerah Allah Artinya, Allah memberi peluang dan kesempatan kepada kita untuk beramal saleh dan untuk bertobat.

Rasulullah SAW.
 mengingatkan kita, "Barang siapa yang kualitas dan kuantitas amal salehnya hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia orang yang mendapat rahmat. Dan barangsiapa yang kualitas dan kuantitas amal salehnya hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia orang yang merugi. Serta barangsiapa yang kualitas dan kuantitas amal salehnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka orang itu terlaknat."

Imam Ali RA. menyebutkan, rezeki yang tidak dapat diperoleh hari ini masih bisa diharapkan diperoleh esok. Namun umur (waktu) yang berlalu hari ini, tidak mungkin dapat diharapkan besok
.

Dalil-dalil dan keterangan tersebut menasihati kita agar bertambah hari (umur), bertambah ilmu dan bertambah terus amal saleh kita sebagai wujud syukur atas jatah usia yang Allah anugerahkan. Jangan seperti yang disindir Allah dalam 
Surat Al Hadid ayat 16 yaitu,
مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
"Orang yang bertambah usia tetapi bertambah keras hati, dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik, bertambah jauh dari agama."

Sesungguhnya setiap orang diberi jatah waktu yang sama oleh Allah SWT. Enam puluh detik dalam satu menit. Enam puluh menit dalam satu jam. Tujuh hari dalam satu minggu. Persoalannya, mau diisi dengan apa waktu-waktu tersebut ?


Semoga Allah menganugerahkan kekuatan dan kesadaran kepada kita untuk senantiasa bisa mengisi waktu-waktu tersebut dengan hal-hal yang bermanfaat, sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya yang termaktub dalam Al-Quran dan Sunah. Hal ini agar kita tidak menjadi orang-orang yang merugi. Amin. Wallahualam